Senin, 20 April 2009

Peran Pemuda Untuk Masa Depan Umat

PERAN PEMUDA UNTUK MASA DEPAN UMAT

Kemajuan, perkembangan suatu agama amatlah dipengaruhi oleh peran serta umatnya. Kita dapat belajar dari sejarah, bahwa suatu bangsa yang telah mengikuti suatu agama justru menjadi suatu penghambat bagi agama itu sendiri, karena tidak ada tanggung jawab terhadap agamanya. Agama itu dapat menjadi lenyap dari masyarakat tersebut.
Karena itu sewajarnyalah umat beragama itu menjadi penolong agamanya sendiri. Beruntunglah kita sebagai umat Islam, kesadaran dan tanggung jawab terhadap agamaitu mendapat tempat penting dalam ajaran agama, bahkan diperintahkan oleh Allah SWT dengan firman-Nya (Q.S Ash Shaf:14):
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ فَآمَنَتْ طَائِفَةٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَكَفَرَتْ طَائِفَةٌ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَى عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ (١٤)
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa Ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; Maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.

Yang bertanggung jawab terhadap agama antara lain dapat dilaksanakan dengan mengadakan dakwah, sebagaimana yang telah dilaksanakan oleh Rasullah dan para sahabat atau berfirman dalam Qs An Nahl :125
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (١٢٥)
Artinya : Telah pasti datangnya ketetapan Allah Maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang) nya. Maha suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.

Al- Quran dan hadist Rasul SAW banyak memerintahkan agar umat Islam bertanggungjawab terhadap agama dengan menggunakan jihad fisabilillah. Yang dimaksud dengan jihad fisabilillah itu menuangkan sagala kemampuan dan kesempatan untuk menjadikan agama Allah SWT bias dihayati dan diamalkan dengan sebaik-baiknya, sehingga keberadaannya semakin berkembang dan semarak. Jadi jihad bukan hanya berarti perang. Jihad adalah segaka usaha baik yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Adanya perintah jihad fisabilillah antara lain firman Allah:(Q.S Attaubah:20)
الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ (٢٠)
Artinya :Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih Tinggi derajatnya di sisi Allah; dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.

Bertanggung jawab terhadap agama berarti giat melakukan kegiatan-kegiatan yang mendukung syiar dan pengamalan agama Islam.

Generasi muslim yang mudah-mudahan dirahmati Allah

Ini bukan Amerika juga bukan Eropa tapi ini Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Indonesia yang maju karena mau berdzikir, Indonesia yang maju karena mau berfikir, Indonesia yang maju karena mau bersatu. Pemuda adalah harapan masa depan untuk mewujudkan Indonesia menjadi lebih baik,jadi kalau pemuda-pemudinya beriman negara aman, kalau pemuda-pemudinya sehat negara kuat,kalau pemuda-pemudinya pintar negara maju tapi kalau pemuda-pemudinya selalu pacaran maka negara hancur.
Apabila kita bicara tentang kaum muda, kita sering dapati dalam banyak artikel kita sendiri bahkan menyaksikan peran partisipasi pemuda yang besar dalam membangun, menyumbang dan mendukung perkembangan bangsa,nah Itulah pemuda harapan bangsa yang akan berjuang dimasa depan negara yang lebih cerah. Demikian juga, mereka dalam waktu yang sama merupakan harapan Islam, yang akan berjuang demi ajaran Islam di hari esok, yang akan mempertahankan undang-undang Islam, yang akan melindungi generasi muda Islam secara luas dari pengaruh gaya hidup barat yang merusak, yang akan menjadi seorang pemimpin pada masa selanjutnya.
Pernyataan ini mendorong kita untuk memperhatikan eksistensi pemuda di masa yang akan datang. Dengan mengetahui semua fakta, kita sadar, betapa penting peran pemuda untuk masa depan. Pemuda dianggap melambangkan keberanian yang tidak pernah luntur, redup, kekuatan yang tidak mudah hancur. Karena alasan ini presiden pertama, Soekarno suatu ketika pernah berkata : BERIKAN KEPADAKU SEPULUH PEMUDA AKAN KUGONCANGAN DUNIA. Dari pernyataan ini dapt menyimpulkan bahwa Soekarno lebih menghargai pemuda ketimbang orang tua. Mengapa? Karena mereka memainkan peranan yang jitu dan mempunyai potensi serta energi besar yang dapat dibanggakan.menjaga akhlak bangsa adalah bagian dari tugas umat Islam,sebab akhlak adalah bagian dari hukum syariah yang harus diterapkan. Dalam konteks inilah, Kiranya umat bangkit bergerak bersatu dalam satu barisan Aksi sejuta umat, Lindungi akhlak bangsa dan wujudkan Indonesia bermartabat.

Saudara-saudaraku sekalian
Indonesia dengan hampir 200 juta umat Islam, kalau saja bisa memiliki pemimpin yang sangat tangguh akan menjadi luar biasa. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin, pengikut mengikut. Kalau pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinya adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Para pengikut menduplikasi pemimpinnya. Oleh karena itu kualitas kita tergantung kualitas pimpinan kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula umatnya. Kalau kita lihat kondisi bangsa kita sekarang jangan pesimis, kalau kita tidak bisa memimpin sekarang, mudah-mudahan generasi kita yang akan datang akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas tinggi
Apakah pemimpin itu lahir begitu saja? Kalau singa, sudah dilahirkan menjadi raja hutan, tetapi manusia ada yang memiliki bakat menjadi pemimpin, belum tentu dapat memimpin dengan baik kalau tidak disertai dengan ilmu. Menurut analisa di Indonesia, ada jenis pemimpin ulama pesantrenan: dibesarkan di pesantren, ilmu agamanya luas, tapi kelemahannya kata para ahli adalah dalam bidang manajemen, sehingga sulit untuk mengurus sesuatu yang besar. Ada juga yang birokrat: aktif di islam, kemampuan organisasinya bagus tetapi pendalaman agamanya belum mantap. Ada tipe mubaligh yang seperti selebritis: dia ceramahnya bagus, diliput media massa, akhirnya jadi terkenal dimana-mana, dijadikan idola, tetapi kadang-kadang kurang mengakar dalam menggerakkan masyarakat. Yang kita impikan adalah yang seperti Rasul, dia mumpuni dalam keilmuannya, berkemampuan dalam manajemen, beliau juga punya kemampuan membangun opini di masyarakat .Dengan dasar "Setiap diantaramu adalah pemimpin", Setiap kepemimpinan akan ditanya oleh Allah. Semua pemimpin termasuk pemimpin rumah tangga tidak terkecuali. Berikut rumus sederhana untuk menjadi pemimpin yang dicintai.
Pemimpin itu bukan yang mengerjakan segalanya sendiri, kalau ia melakukannya sendiri akan gagal ia memimpin. Kalau kita ingin untung sendiri akan sengsara akhirnya, karena kita sering merasa untung jika kita untung sendiri, padahal keuntungan sebenarnya bagi kita adalah jika kita menjadi jalan keuntungan bagi orang lain.
Apakah rahasia utama kepemimpinan? Jawabannya adalah : kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaanya, bukan dari kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Maka jika ingin menjadi pemimpin yang baik, jangan pikirkan orang lain, pikirkan diri sendiri dulu. Tidak akan bisa mengubah orang lain dengan efektif sebelum merubah diri sendiri. Bangunan ini bagus, kokoh, megah karena ada pondasinya. Maka sibuk memikirkan membangun umat, membangun masyarakat, merubah dunia akan menjadi omong kosong kalau tidak diawali dengan diri sendiri.Jadi kalau kita berangan-angan ingin jadi pemimpin jangan memikirkan bawahan, pikirkan saja diri kita dulu. Merubah orang lain tanpa merubah diri sendiri adalah mimpi Mengendalikan orang lain tanpa mengendalikan diri adalah omong kosong. Misalnya ketika sedang rapat kita sombong, berapa banyak potensi yang tidak bisa keluar hanya karena pemimpinannya sombong. Rapat yang dipimpin dengan emosional akan banyak potensi solusi yang tidak dapat keluar karena pemimpinnya emosional. Makanya seorang pemimpin sejati selalu bekerja keras memperbaiki dirinya sebelum sibuk memperbaiki orang lain.

Hadirin yang berbahagia
Rasulullah SAW adalah suri tauladan. Ketika Rasul mengajak jihad, beliau langsung ada di barisan paling depan. Bahkan Imam Ali mengatakan kalau pertempuran sudah berkecamuk begitu dashyat maka kami berlindung di balik Rasul. Beliau itu bertempur paling depan, bersedekah seperti angin dan hidup bersahaja. Ketika Rasul menyuruh bertahajud, kakinya sampai bengkak. Ketika Rasul menyuruh shaum perutnya sampai diganjal dengan batu. Ketika Rasul menyuruh orang berakhlak mulia, beliaulah yang akhlaknya paling mulia. Apapun yang beliau katakana kepada umatnya, pasti beliau lakukan. Itulah sebabnya ribuan tahun sampai kini, ribuan kilometer jaraknya, masih tetap kuat pengaruhnya. Kepemimpinan itu adalah pengaruh. Siapa yang pengaruhnya paling kuat dialah yang kepemimpinannya paling kuat. Jika kita ingin menyelamatkan orang lain harus terlebih dahulu menyelamatkan diri. Bagaimana mungkin menyelamatkan orang lain, kalu diri tidak selamat. Selamatkan diri kita agar punya kemampuan menyelamatkan orang lain. Kita tidak akan dapat menolong orang lain kalau kitanya rusak.
Rahasia lainnya, pemimpin dalam Islam itu adalah pelayan umat. Jadi kalau diilustrasikan lewat piramida, piramidanya seperti piramida terbalik, dan pemimpin adalah yang di bawah. Maka siapapun yang menjadi pemimpin, dia harus mengeluarkan pengorbanan yang paling besar dibanding dengan orang yang dipimpinnya. Pemimpin harus berpikir keras, sekuat-kuatnya untuk memajukan orang yang dipimpinnya. Ini baru pemimpin sukses.hal ini dapat dicontohkan dengan perangai dan budi luhur Nabi Muhammad SAW dalam sikap beliau bernelas kasih kepada umatnya.
Salah satu riwayat menceritakan. Bahwa tatkala kaum Quraisy kian mengganyang dan mendustakan ajaranya. Jibril datang menyampaikan kepadanya, bahwa Allah telah mendengar apa yang telah diucapkan oleh kaummu,”Yaa Muhammad betapa bengis dan kejam cara penolakan mereka kepadamu.” Maka telah diperintahkan kepada malaikat penjaga gunung sekelilinga makkah, agar siap menunggu perintahmu, untuk melakukan apa saja yamg kau kehendaki. Tidak lama kemudian datanglah beberapa malaikat lain dan setelah memberi salam, berkata kepada beliau: perintahakan saja apa yang engkau kehendaki. Kalau engkau azinkan kami siap menjungkirkan kedua gunung itu diatas mereka.
“Tidak! Tidak!” jawab Nabi SAW tegas. Aku tetap mengharap semoga Allah SWT kelak mengeluarkan dari sulbi-sulbi mereka keturunan yang beriman kepada Allah SWT dan tidak menyekutukaNya kepada yang lain.sambung Nabi SAW sebagai jawaban terhadap tawaran malaikat itu. Nah dari riwayat tersebut maka kita bisa mengambil contoh bahwa menjadi seorang pemimpin harus memiliki kesabaran,tidak mudah emosi dan mampu memberikan keputusan yang bijak dalam menyikapi persoalan umat. Jadi Pemimpin yang sukses adalah yang selalu berpikir menjadi manfaat yang paling besar bagi orang lain. Hal yang pertama adalah bagaimana orang yang kita pimpin jadi ahli ibadah. Sebab kalau yang kita pimpin jauh dari Allah, siapa lagi yang akan menolong. Jadi ini penting sekali untuk meningkatkan ibadah, sebab pemimpin bukan pemberi uang, pemimpin bukan penolong. Allahlah yang menolong. Kalau yang memimpin durhaka kita yang mengikuti akan ketiban pulungnya. Maka pemimpin yang baik harus berpikir keras bagaimana pengikutnya mendapat ilmu agama, atau dimotivasi untuk ibadah dan sinergi dengan doa.
.



DAFTAR PUSTAKA

Depag, Pendidikan Agama Islam, Bandung: Lubuk Agung, 1994.
Al-khathath,Muhammad. Kekuatan umat ,Majalah Al-wa’ie, 2006
Tim Al-Haromain,Kesempurnaan Perangai dan Budi Luhur Nabi Muhammad SAW, Surabaya, Majalah Al-Haromain,2008

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar